• Tentang Pondok Pesantren Alkhoirot

    Pondok Pesantren Al-Khoirot (Alkhoirot) Karangsuko Pagelaran adalah Pondok Pesantren yang sejak lama mempunyai misi untuk mendidik dan mengembangkan pengetahuan santri di bidang ilmu agama, hal ini berlangsung sejak di dirikan sampai pada saat ini. Seiring dengan perkembangan zaman, terdapat tuntutan dari masyarakat untuk menyelenggarakan pendidikan formal yang alumnusnya diakui oleh pemerintah dan dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

  • Keringnya Karya Ilmiah di Pesantren

    Membuat suatu karya tulis, apalagi yang dapat disebut magnum opus, bukanlah tradisi pesantren. Seorang santri yang murni lulusan pesantren dan tidak pernah mengenyam bangku perguruan tinggi yang berhasil menulis karya ilmiah yang berkualitas tinggi adalah fenomena langka. Ini terjadi karena disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kurikulum yang kurang visioner.

  • Meningkatkan Tradisi Menulis Santri

    Penerbitan Buletin Al-Khoirot secara teratur setiap bulan adalah salah satu upaya untuk membiasakan budaya tulis di kalangan santri pesantren mengingat betapa pentingnya budaya tulis untuk melestarikan pemikiran, pencatatan sejarah, dan akselerasi informasi. Karena, ada banyak kasus di mana gemar membaca saja tidak cukup untuk mencapai tujuan keilmuan.

  • Mengapa Menulis itu Penting

    Mengapa tradisi menulis penting bagi santri santri? Agar keilmuan, hikmah dan pengalaman yang kita miliki dapat dinikmati tidak hanya oleh murid atau santri yang mendengarkan bimbingan kita secara langsung, tapi juga siapa saja yang membaca tulisan kita. Baik di masa kita hidup, maupun puluhan atau bahkan ratusan tahun setelah kita meninggal dunia.

  • Bagaimana Memulai Menulis

    Kebiasaan menulis akan membuat kita akan terbiasa menghargai orang dari isi otaknya bukan dari umur atau senioritasnya apalagi jabatannya. Di sisi lain, membiasakan mengirim tulisan ke media membuat sikap kita jadi kompetitif. Sekedar diketahui, untuk media seperti Kompas atau Jawa Pos, tak kurang dari 70 tulisan opini yang masuk setiap hari, dan hanya 4 tulisan yang dimuat.

Tentang Buletin SANTRI

BULETIN SANTRI merupakan media tulis yang diterbitkan oleh Pustaka Al-Khoirot, Pondok Pesantren Al-Khoirot Karangsuko Malang. Terbit setiap bulan sebagai media tulis baca di kalangan santri madrasah diniyah Al-Khoirot. Selengkapnya

Tujuan

Membangkitkan kembali tradisi menulis di kalangan santri. Sebuah tradisi yang menjadi pencapaian yang amat dibanggakan pada era keemasan Islam (Islamic Golden Age). Penerbitan empat buletin oleh Pesantren Al-Khoirot setiap bulannya adalah salah satu langkah ke arah itu. Selengkapnya

Kontak Kami

Alamat kontak surat menyurat dan pertanyaan pada Redaksi seputar Buletin SANTRI Pondok Pesantren Al-Khoirot dapat melalui alamat-alamat berikut: Alamat Pos MA Madrasah Aliyah Al-Khoirot Jl. KH. Syuhud Zayyadi 01 Karangsuko Selengkapnya

17 Mei 2011

PENDIDIKAN ANAK ORANG KAYA

Posted by Buletin Santri Al-Khoirot On 14.50 No comments

PENDIDIKAN ANAK ORANG KAYA Buletin Santri Edisi 34/Vol 04/Maret 2011
Oleh: KH. A. Fatih Syuhud
Pengasuh PP. Al-Khoirot.

Secara ekonomi, manusia terbagi menjadi 3 kelompok. Kaya, miskin, dan miskin sekali atau di bawah garis kemiskinan (under poverty line). Menurut PBB, orang yang berpenghasilan kurang dari Rp 16.000 (2 dolar Amerika) perhari disebut dengan miskin sekali. Sedang yang berpenghasilan di atas Rp 16.000 perhari tapi belum dapat memenuhi kebutuhan hidup layak disebut miskin saja. Lalu, siapa yang disebut orang kaya?

Jenuh

Posted by Buletin Santri Al-Khoirot On 14.46 No comments

Buletin Santri. Edisi 34/Vol 04/Maret 2011. Jenuh
Oleh: Khoirul Anam B
Santri PP. Al-Khoirot   
Jenuh adalah sesuatu yang sangat menyebalkan, baik itu dikalangan pria maupun wanita. Jenuh itu lebih mendominan seseorang pada hal yang bersifat negatif, karna jenuh itu sendiri membuat pkiran pusing dan panas nya hati. Kejenuhan itu datang pada seseorang disebabkan karna banyak hal, diantara nya : a. Menuggu sesuatu yang dinanti – nanti, misalnya menunggu pinangan, lamran, atau bagi yang tidak laku - luku menunggu kapan datang nya seorang jodoh. B. Tidak punyakegiatan yang aktif. Dalam arti dalam kehidupan sehari–hari menjadi penganguran, tidak ada yang bisa dikerjakan. C. Hilangnya kebersamaan, disebabkan ditinggal atau di musuhi. D. Bosan pada pekerjaan sehari – hari ( masak itu – itu aja, emang tidak ada yang lain..? ) dan lain sebagai nya.


Masih ada banyak hal yang bisa mendatangkan kejenuhan itu, tapi yang sering terjadi pada seseorang itu disebabkan empat perkara yang telah di tulis diatas. Dan yang lebih sering terjadi diantara yang empat  itu, adalah menunggu dan tidak punya kegiatan yang aktif. Dari 99 persen orang yang kami wawancarai, rasa jenuh itu datang dikarnakan menunggu dan tidak mempunyai kegiatan yang aktif. Seperti yang diungkapkan Bapak Rusi, seorang Abdi Dalem, yang menjabat sebagai sopir mobil nya Para Kiyai dipesantren Al–Khoirot, beliau mengatakan rasa jenuh itu datang dikarnakan menunggu. Dan saat kami tanya, apa solusi atau jalan keluar agar rasa jenuh itu bisa hilang ...? beliau menjawab dengan senyum manis di bibir “ambil sebatang Rokok Surya, terus merokok sambil baca koran ditambah sedikit camilan, hilang deh jenuh dihati.Begitunpun jawaban yang  sama keluar dari Mahmudi, beliau juga seorang Abdi Dalem yang dulu mempunyai profesi pertukangan dalam membenahi rumah. Tapi dengan kebakatan nya dalam menyopir, baru–baru ini beliau dilantik sebagai sopir mobil di Pesantren Al-Khoirot. Mahmudi juga mengatakan bahwa hal yang paling membosankan adalah menunggu. Dan cara beliau untuk mengantisipasi rasa jenuh itu, dengan melakukan apapun yang sekiranya pekerjaan itu menyenangkan buat dia, selagi pekerjaan itu tidak melanggar norma–norma agama, dan yang terpinting adalah menikmati dan mengubah hal yang membosankan menjadi sesuatu yang menyenangkan. 

Tapi kalau menurut Bapak Iman Sahro Wardi seorang Guru Diniyah sekaligus Penjaga Foto Kopi di Pesantren Al–Khoirot. Beliau mengatakan bahwa sesuatu yang membuat saya jenuh adalah ketika dalam sehari–hari saya tidak mempunyai kegiatan yang aktif. Dan untuk mengantisifasi kejenuhan saya ialah dengan cara menulis atau mengotak atik mesin Foto Copy, atau mengedit foto–foto di Photo Shop

Dari sekian banyak orang yang merasa jenuh itu disebabkan karna menunggu. Bahakan band ternama di Indonesia Zivillia dalam lirik lagunya yang berjudul Aishiteru, itu tersilip kata–kata “menunggu sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku“  dari sini bisa dipastikan 80 persen rasa jenuh itu timbul karna menunggu.
Cara untuk menghilangkan kejenuhan itu adalah, membuat jenuh itu sendiri menjadi hal yang disenangi sekaligus menyenangkan,  misalnya seperti yang dikerjakan pak rusi atau mahmudi atau juga pak imam.karna datang nya kejenuhan itu disebabkan, tidak punya kegiatan yang aktif. Jadi untuk menghindari kejenuhan adalah membuat diri kita selalu mempunyai kegiatan dan selalu mencari sesuatu yang baru. Menghilagkan pikiran – pikiran yang seharus nya tidak perlu dipikirkan, menganggap masalah seberat apapun menjadi mudah, jangan menyerah sebelum benar–benar kalah. Dan jangan merasa kalah walaupun kita sudah terperangkap

Kasih SayangMu Rabbii

Posted by Buletin Santri Al-Khoirot On 14.43 No comments

Buletin Santri. Edisi 36 vol 04 Mei 2011. Kasih SayangMu Rabbii
Oleh: Khoirul Anam B.
anamkhoirulb.blogspot.com

Sebening embun dipagi hari, sesejuk udara seindah pelangi, sehangat surya seluas samudra Engkau curahkan kepada setiap hamba. Kasih sayang yang ta’bisa dilukiskan dengan pena, ta’bisa diungkapkan dengan kata - kata dan ta’ bisa dibandingkan dengan besarnya dunia
Robbi......... yailahi.............

Walau hamba sering berbuat dosa, walau hamba sering terlena oleh hiasan dunia, namun ni’matMu ta’pernah terhenti, kasih sayangMu tercurah dalam relung hati, mengalir disetiap sendi – sendi, melimpah dimanapun kami melangkahkan kaki....
Robbi........ya ilahi................

Pantaskah hamba menikmati keindahan ini, keindahan yang Engkau hiaskan dalam dunia ini.......? sedangkan hamba ta’pernah bersyukur atas  ni’mat yang Engkau beri. Ni’mat yang selalu tercurah pada kami, ni’mat yang Engkau berikan tanpa pamrih......
Robbi........ ya ilahi.................

Cinta yang Tertuda (cerpen)

Posted by Buletin Santri Al-Khoirot On 14.42 2 comments

Buletin Santri.  Edisi 34/Vol 04/Maret 2011 Cinta yang Tertuda (cerpen)
Oleh: Syukron Fauzi
Santri Alkhoirot.
Sore itu........  matahari menyingsing di ufuk barat  membuat bayangan semu memantul melewati celah-celah jendela asramaku, angin berhembus syahdu memberikan seribu makna, sesekali ranting-ranting pohon dibelakang asramaku saling menyentuh karena belaian angin yang malu-malu,  aku tertunduk seorang diri di kamar asramaku menyelami kata demi kata kitab yang aku baca, Al Hikam kariya Ibnu Ato`ilah adalah kitab yang selalu menemani hari-hari sepiku.



Tok...tok...tok.... assalamualaikum..... terdengar seseorang mengetuk pintu dan mengucap salam seraya meleburkan konsentrasiku menghayati huruf-huruf kecil yang bertulisan arab dan berbaris rapi pada kertas yang berwarna kuning yang ada di atas pangkuanku.

Waalaikumussalam..... jawabku sambil meletakkan kitab kesayanganku di atas lemari yang berdiri menyamping di pojok kamar asramaku, aku melangkah menuju pintu dengan hati yang penuh tanda tanya.

Ternyata salah seorang santri yg ada di pesantren tempatku menggalih ilmu pengetahuan berdiri di depan pintu kamar asramaku dengan nafas yang terengah-engah.

Ada apa akhi..... tanyaku agak panik.
Anu ustadz... anu.....???? jawabnya dengan nafas yang masih terengah-engah.
Anu... anu... apa...??? tanyaku semakin panik.

Ustadz ditimbali  kiyai....!!! (dipanggil kiyai) begitulah santri itu memanggilku, namaku Sofyan Ibnu Yasin, para santri dan warga sekitar memanggilku Ustadz Sofyan karena namaku sudah tercantum di papan kepengurusan pesantren DARUL HUDA ini di bagian ubudiyah atau dengan kata lain sudah menyandang sebutan sebagai seorang Ustadz.

Aku segera keluar dari kamar asramaku menuju depan pintu ndalem kiyai sepuh (depan pintu rumah kiyai) dengan hati yang dibalut seribu pertanyaan.


Mlebu lee.... (masuk) sapa kiyai padaku dengan suara yang amat lembut menunjukkan kewibawa`an yang amat tinggi.

Akupun masuk dengan hati yang semakin bingun tapi aku tetap berusaha sopan dan tawadu` di depan kiyai sepuh karena beliau adalah seorang figur kiyai yang selalu di ta`ati dan di contoh oleh semua santri dan asatidz termasuk saya sendiri.

Lee..... lanjut kiyai padaku.
Injeh yai..... jawabku dengan sopan dan dengan suara pelan.

Barusan ono telefon,  ummae sampean sakit keras....  sampean di kengken wangsul.... (tadi ada telefon ibuk mu sakit dan kamu di suruh pulang) jelas kiyai...

Seketika aku kaget bagai di sambar petir seoalah darahku berhenti mengalir dan jantungku berhenti berdetak tapi aku tetap berusaha tenang di depan kiyai sepuh.....
Injeh yai... kulo nyuon pamit...... (ya yai saya pamit)

Akupun segera membereskan bajuku yang mau dibawa pulang tak lupa kitab AL Hikam kesayanganku juga aku masukkan kedalam tas rangselku yang berwarna hitam dan warna merah di setiap sudutnya.

Kriiii.....ng”... kriii....ng”.... HP ku berdering namun aku tak memperdulikannya karena sibuk menyiapkan kepulanganku... dan akhirnya temanku mengambil HP ku yang ada di atas lemari lalu mengankat telefon itu.

"Ustadz  ini telefon dari Abahnya""  kata temanku sesama pengurus dan juga satu kamar denganku seraya mengulurkan tangannya dan memberikan Hanphone yang di genggamnya padaku.

Ternyata Abah memberi tahun aku seperti yang disampaikan kiyai sepuh bahwa Umma sedang sakit keras. Seketika aku langsung pulang, perjalanan menuju rumah terasa sangat lama setiap menitnya kulihat arloji di tangan kiriku, setiap putaran roda bus jantungku berpacu semakin cepat hingga akhirnya sampailah aku digerbang depan rumahku, akupun segera masuk dengan mengucap salam dan hanya kulihat Abah yang ada di ruang tamu akupun segera menghampirinya mencium punggung tangannya dan mengecup telapaknya.

Umma.... Sofyan udah datang....... ucap Abah agak lantang memberi tahu umma yang ada dalam kamar

Akupun segera masuk kekamar menemui Umma yang sedang sakit keras, disana kulihat bibikku dan dua anaknya duduk disamping Umma. Dan begitu Umma melihat wajahku dia tersenyum.......
Ya Allah....... lama sekali aku merindukan senyuman itu. dalam hatiku berkata.

Akupun segera menghampirinya yang sedang terbaring lemah di atas tempat tidur, seperti biasa setiap aku pulang dari pesantren atau mau balik kepesantren aku mencium punggung tangan kanannya dan mengecup telapaknya tidak lupa mencium pipi Ummaku layaknya kasihsayang seorang anak pada seorang ibu.

Baru datang yan..... sapa Ummaku dengan suara yang terbata-bata.
Ya Umma.... jawabku pelan.

Sini duduk samping Umma, ada yang mau Umma bicarakan. Tambah Ummaku yang menatapku dengan tatapan kosong.

Seketika bibik dan kedua anaknya keluar dari kamar meninggalkan aku dan Umma.

Sofyan..... lanjut umma sambil memegang tanganku, tangan yang sudah mulai keriput itu mengandung kasihsayang yang teramat besar hingga aku takkan sanggup menghitungnya.

Ya Umma.... sahutku sambil menatap wajah pucat Umma dan tanpa terasa airmataku mengalir melihat senyum ummaku.

Umma boleh minta suatu hal sama kamu... lanjut Umma .... sesekali batuk memutus kata-katanya.

Ya Umma...  Insyaallah.... kalau sofyan bisa, jawabku sambil memegang tangan umma yang dingin.

Kamu sekarang sudah besar, kuliahnya juga sudah mau selesai....  uhuk....uhuk.... lagi-lagi batuk memutuskan kata-kata umma yang terbata-bata.

Umma ingin kalau kamu nikah jangan jauh-jauh..... supaya kamu gak jauh dari umma.....  uhuk.... uhuk.... batuk Umma kembali semakin parah, aku mengambil air yang ada di meja sebelah tempat tidur dan Umma pun minum seceguk air dari gelas kecil itu dan melanjutkan kata-katanya yang semakin lemah...

Umma hanya ingin kalau umma sakit kamu bisa menemani Umma....
insyaallah umma.... insyaallah..... jawabku penuh heran kenapa umma berbicara seperti itu.......
sofyan,,.......
ya umma..... sahut ku lagi.

Sebenarnya Abahmu ingin menjodohkanmu dengan Zahra  putri pk Hasanuddin dan Umma sangat setuju itu karena rumahnya dekat dari sini dan juga masih ada famili dengan kamu jadi kita sudah tahu keluarganya...... jelas umma dengan suara yang sudah agak teratur....

Tapi semua terserah kamu Abah dan Umma juga tidak memaksa karena Abah dan Umma yakin kamu bisa mengambil keputusan yang tepat uhuk..... uhuk...... uhuk......

Aku hanya duduk terdiam seribu kata mendengar semua penjelasan Umma
Brikan sofyan waktu untuk istikhoroh dulu Umma karena sofyan tidak bisa menjawab sekarang...
Ya..... baiklah....... uhuk...... uhuk....uhuk.....

Dua hari kemudian keadaan umma semakin membaik, namun aku belum bisa menemukan jawaban karena semua seolah serba meragukan meskipun aku telah mencari petunjuk dalam setiap sujudku bahkan dalam setiap untaian doa- doa q.

Aku sadar Zahra adalah wanita yang baik, agamanya sudah tak dapat diragukan lagi, pinter, ta`at pada orangtua, hingga mungkin sulit untuk melukiskannya dengan kata-kata tapi yang jelas karakter wanita shoihah sudah ada dalam diri zahra dan itulah yang jadi damba`an setiap kaum adam begitu juga dengan diriku namun kenapa rasa ragu ini blum juga hilang dari benakku.

Aku basahi wajahku dengan air wuduk, dan  kusertai doa dalam setiap tetes air wuduk yang membasahi wajahku, ku ambil kitab kesayanganku dan ku buka halaman demi halaman, kuselami kata demi kata namun AL Hikam kariya Ibnu Ato`ilah belum bisa mengalihkan fikiranku dari Zahra dan Umma.

Ku letakkan kitab kesayanganku itu dan kuambil kitab yang satunya yang ada di sebelahku kubuka bagian halaman yang agak belakang kulihat ada keterangan yang menjelaskan bahwa Allah telah menentukan tiga hal sebelum kita dilahirkan yaitu Rizki, Jodoh, dan Ajal.

Dari keterangan itu aku merasa menemukan jawaban untuk Umma tercintaku ... dan aku berfikir biarlah cinta ini tertunda tuk sementara karena jodoh takkan kemana semua itu telah digariskan oleh yang kuasa, cinta yang hakiki akan terbawa sampai mati atau bahkan mungkin sampai kita hidup lagi

Syaikh Al-Azhar dan Koptik Mengutuk Hasutan (news)

Posted by Buletin Santri Al-Khoirot On 14.37 No comments

 Buletin Santri Edisi 36 vol 04 Mei 2011 Syaikh Al-Azhar dan Koptik Mengutuk Hasutan (news)
دان شيخ الأزهر الشيخ أحمد الطيب وبطريرك الكنيسة القبطية البابا شنودة الثالث الأربعاء محاولات إثارة الفتنة بين المسلمين والمسيحيين، ودعوا جميع المصريين للالتزام بوحدتهم الوطنية.
وأكد شيخ الأزهر والبابا شنودة -في بيان مشترك- إدانتهما لمحاولات "إثارة الفتنة سواء بالإساءة للمقدسات أو بالانتقاص من حقوق المواطنة التي يستوي فيها المصريون جميعا بغير تفرقة أو تمييز". وأكدا أن المصريين "شعب واحد في وطن واحد".
كما أكدا "ثقتهما في صوت العقل والضمير المصري وشواهد التاريخ المشترك لوأد محاولات الفتنة وإخماد شرورها".
وتصاعدت التوترات الطائفية مؤخرا بعد احتجاجات ومظاهرات قام بها مسلمون ضد تصريحات أدلى بها سكرتير المجمع المقدس الأنبا بيشوي بشأن بعض آيات القرآن الكريم.
وكان الأنبا بيشوي قد ذكر في مؤتمر تثبيت الأديان أن بعض الآيات -التي وصفها بالمسيئة إلى المسيحيين في القرآن- "قد أضيفت بعد وفاة الرسول، وذلك خلال عهد الخليفة عثمان بن عفان" رضي الله عنه.
وقبل ذلك كان بيشوي قد أثار غضب المسلمين عندما قال إن المسيحيين هم أهل مصر وإن المسلمين ضيوف عليها.
كما احتج مسلمون على ما أسموه اختطاف الكنيسة لسيدات مسيحيات تحولن إلى الإسلام لإجبارهن على العودة إلى المسيحية.

Syaikh Al-Azhar dan Koptik Mengutuk Hasutan

Syekh Al-Azhar dan Sheikh Ahmed Al-Tayeb dan Patriark dari Gereja Koptik Paus Shenouda III Rabu upaya untuk memicu hasutan antara Muslim dan Kristen, dan meminta semua orang Mesir dengan komitmen nasional untuk persatuan mereka.



Syekh Al Azhar dan Paus Shenouda III - dalam pernyataan bersama - dihukum dari upaya untuk "mengobarkan hasutan, kedua kesucian menghina atau pengurangan dari hak-hak kewarganegaraan, yang duduk di mana semua orang Mesir tanpa pembedaan atau diskriminasi." Mereka menekankan bahwa orang Mesir, "satu orang dalam satu rumah."

Mereka juga menekankan "kepercayaan pada suara akal dan hati nurani dari Mesir dan bukti sejarah bersama untuk mengubur upaya-upaya hasutan dan memadamkan kejahatan."

Ketegangan sektarian telah dipasang baru-baru ini setelah protes dan demonstrasi oleh Muslim terhadap pernyataan yang dibuat oleh sekretaris Sinode Kudus Santo Bishoy pada beberapa ayat dari Quran.

The Bishoy Anba telah disebutkan dalam instalasi agama bahwa beberapa ayat - yang menggambarkan Bacip untuk orang-orang Kristen dalam Quran - "telah ditambahkan setelah kematian Nabi, pada masa pemerintahan khalifah bin Utsman Affan" ra dengan dia.

Sebelum itu, Bishoy telah marah Muslim ketika ia mengatakan bahwa orang Kristen adalah orang-orang Mesir jika tamu Muslim.

Muslim juga memprotes apa yang mereka sebut penculikan wanita Kristen gereja berpaling kepada Islam untuk memaksa mereka untuk kembali ke Kristen.

Sumber: www.aljazeerah.net

Si Kikir Jauh dari Allah

Posted by Buletin Santri Al-Khoirot On 14.37 No comments

Buletin Santri Edisi 34/Vol 04/Maret 2011 Si Kikir Jauh dari Allah
Oleh: Saifullah
 Abdi Dalem PP. Al-Khoirot.
Kedermawanan merupakan bagian kesempurnaan infak untuk kemaslahatan dan kebajikan akhlak Rasullullah SAW. Kedermawanan itu sendiri ialah keiklasan ber jikan. Mengenai infak, Rosulullah  SAW menegaskan, "Orang yang dermawan dekat dengan  Allah, dekat dengan manusia dan dekat dengan sorga. 

Free Cost From Mom

Posted by Buletin Santri Al-Khoirot On 14.34 No comments

Buletin Santri Edisi 36 vol 04 Mei 2011. Free Cost From Mom
Oleh:Mahmudi
Santri PP Al-Khoirot.


Ini adalah mengenai nilai kasih ibu dari seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur. Kemudian, dia mengulurkan selembar kertas yang bertuliskan sesuatu. Si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang diulurkan oleh sianak dan membacanya.
Ongkos Membantu Ibu

Kasih Sayang Ibu

Posted by Buletin Santri Al-Khoirot On 14.29 No comments


Buletin Santri Edisi 36 vol 04 Mei 2011.  Kasih Sayang Ibu
Oleh:Imam Syahrowardi
Santri Al-Khoirot.
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia Telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah Aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang Telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya Aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya Aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang berserah diri". (Al-Ahqoof : 15)

PAHIT, TAPI MANIS

Posted by Buletin Santri Al-Khoirot On 14.26 No comments

Buletin Santri.  Edisi 34/Vol 04/Maret 2011 PAHIT, TAPI MANIS
Oleh: M. Nashiruddin.
Santri Al-Khoirot.

”Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal sesuatu itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyenangi sesuatu padahal sesuatu itu amat buruk bagimu." (Al-Baqarah:216)

Manusia Dan Harapan

Posted by Buletin Santri Al-Khoirot On 14.24 No comments

Buletin Santri.  Edisi 36 vol 04 Mei 2011.  Manusia Dan Harapan
Oleh: Mustaji
Santri Alkhoirot.

Harapan berasal dari kata harap yaitu keinginan supaya sesuatu terjadi atau sesuatu terjadi atau suatu yang belum terwujud. Kata orang manusia tanpa harapan adalah manusia yang mati sebelum waktu-nya. Bisa jadi, karena harapan adalah sesuatu yang hendak kita raih dan terpampang dimuka. Hampir sama dengan visi walau dalam spektrum sederhana, harapan merupakan ciptaan yang kita buat sebagai sesuatu yang hendak kita raih. Jadi hidup tanpa harapan adalah hidup tanpa visi dan tujuan. Maka bila manusia yang hidup tanpa harapan pada hakekatnya dia sudah mati. Harapan bukanlah sesuatu yang terucap dimulut saja tetapi juga berangkat dari usaha. Dia adalah kecenderungan batin untuk membuat sebuah rencana aksi, peristiwa, atau sesuatu menjadi lebih bagus. Sederhananya, harapan membuat kita berpikir untuk melakukan sesuatu yang lebih baik untuk meraih sesuatu yang lebih baik. Harapan dan rasa optimis juga memberikan kita kekuatan untuk melawan setiap hambatan. Seolah kita selalu mendapatkan jalam keluar untuk setiap masalah. Seolah kita punya kekuatan yang lebih untuk siap menghadapi resiko. Ini kita sebut sebagai perlawanan. Orang yang hidup tanpa optimisme dan cenderung pasrah pada realita maka dia cenderung untuk bersikap pasif. Harapan berasal dari kata harap yaitu keinginan supaya sesuatu terjadi atau sesuatu terjadi atau suatu yang belum terwujud. Harapan dapat diartikan sebagai menginginkan sesuatu yang dipercayai dan dianggap benar dan jujur oleh setiap manusia dan harapan agar dapat dicapai ,memerlukan kepercayaan kepada diri sendiri, kepercayaan kepada orang lain dan kepercayaan kepada TUHAN.

FAIDAH MAULIDAN

Posted by Buletin Santri Al-Khoirot On 14.23 No comments

Buletin Santri Edisi 33/Vol 4/Februari 2011 FAIDAH MAULIDAN
Oleh: Ust. Habib Ahmad al-Hamid S.Pd.I
Guru MTs, MA AL-KHOIROT

MAJLIS MAULID. APA DAN BAGAIMANA??
Dalam kegiatan kita sehari-hari tentu ada yang bermakna, dan kadang-kadang ada yang tidak bermakna sama sekali. Sungguh beruntung bila waktu dan kesehatan kita dapat digunakan untuk hal-hal yang bermakna, dan sungguh rugi dan amat rugi bila hanya untuk hal-hal yang tidak bermakna.
Contohnya kegiatan pembacaan Maulid yang diadakan mingguan atau bulanan di kalangan masyarakat! Apa manfaatnya? Dan apa madorotnya? Manfaatnya banyak sekali, sedangkan madorotnya hanya sedikit bila dibandingkan dengan manfaatnya.
Adapun manfaat, faedah, atau pahalanya banyak, antara lain:

Tips Atasi Ulat Bulu

Posted by Buletin Santri Al-Khoirot On 14.18 No comments

Buletin Santri Edisi 35 vol 04 April 2011. Tips Atasi Ulat Bulu

Akhir-akhir ini banyak berita tentang wabah ulat bulu yang menyerang berbagai daerah. Nah, untuk mencegahnya kami menulis tips untuk mengatasinya. Jadi, bagi anda yang terkena bulu ulat cobalah tips di bawah ini;

Ø        Buang daun yang menjadi sarang telur ulat.
Ø  Kalau sudah menjadi kupu-kupu atau ngengat, pancing dengan lampu dan letakkan ember berisi air di bawahnya. supaya saat jatuh, mereka langsung mati.
Ø  Ulat Bulu yang terlanjur banyak dan besar bisa dikumpulkan, dibakar, atau dibenamkan kedalam tanah.
Ø  Pestisida adalah cara terakhir untuk menangani wabah ulat bulu.

KARMA (cerpen)

Posted by Buletin Santri Al-Khoirot On 14.17 No comments

Buletin Santri Edisi 33/Vol 4/Februari 2011 KARMA (cerpen) 
Oleh: Ali Mahfudz
Siswa MA AL-KHOIROT

Panas semakin menyengat, matahari terasa tepat diatas kepalaku. Panasnya terasa membakar sumsumku, sekujur tubuhku menggelinjang kepanasan. Dentuman keras terdengar dari telinga kanan ku, lautan pasir menjadi awal dari cerita yang menyedihkan ini. 

Kering kerontangnya pepohonan serasa menjerit kepanasan, seolah- olah memintaku untuk mengakhiri hidupnya agar ia lepas dari siksaan ini, angin  bercampur debu panas menyerupai ribuan lebah, mataku tertutup dengan tumpukan debu panas. Aku ingin rasanya menjerit tapi aku tak kuat untuk mengucapkannya. Aku terus merayap dan merayap untuk menghindar dari cobaan ini namun aku tak kuasa, maut itu terus mengikutiku , tapi aku terus berusaha merayap seperti cicak kelaparan.

Dari arah kejauhan terdengar sayup-sayup merintih tapi aku tak menghiraukannya. Suara itu semakin terdengar keras di telingaku, aku semakin takut, akupun terus merayap dan merayap untuk menghindari suara itu. Ku coba memberanikan diri untuk menoleh ke arah asal suara itu, “ Masya Allah !“ , aku sangat terkejut , jantungku terasa copot dari tempatnya, denyut nadiku terasa melemah.

Sang Murabbi (puisi)

Posted by Buletin Santri Al-Khoirot On 14.14 No comments

Buletin Santri Edisi 35 vol 04 April 2011. Sang Murabbii
Oleh Ali Mahfudz
Siswa XI MA Al-Khoirot

Wahai Sang Murabbi...
Kejamnya dunia tak menghalangi engkau berbakti...

Wahai Sang Murabbi...
Ribuan mata menatap-Mu dengan kalimat suci...
Hijab suci menghalangi Sang Binatang Jalang dengan-Mu...
Binatang Jalang meminta petuah dari-Mu...
Hanya setetes petuah dan kalimat suci...

Istiqomah

Posted by Buletin Santri Al-Khoirot On 14.07 No comments

Buletin Santri Edisi 35 vol 04 April 2011. Istiqomah
Oleh: Mukarram
Santri Alkhoirot
عن أبي عمرو وقيل : أبي عمرة سفيان بن عبدالله الثقفي رضي الله عنه – قال : يا رسول الله , قل لي في الإسلام قولاً لا أسأل عنه أحداً غيرك, قال " قل آمنت بالله ثم استقم " رواه مسلم

Artinya: Dari Abu ‘Amrah Sufyan bin ‘Abdullah radhiyallahu anhu, ia berkata : " Aku telah berkata : ‘Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku tentang Islam, suatu perkataan yang aku tak akan dapat menanyakannya kepada seorang pun kecuali kepadamu’. Bersabdalah Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : ‘Katakanlah : Aku telah beriman kepada Allah, kemudian beristiqamalah kamu’ “. (HR. Muslim)
Istiqamah adalah sifat yang dapat menyempurnakan kepribadian seseorang dan tidak adanya sifat ini rusaklah kepribadian seseorang. 

Mutiara HaditsAbul Qasim Al Qusyairi berkata : “Istiqamah adalah satu tingkatan yang menjadi penyempurna dan pelengkap semua urusan. Dengan istiqamah, segala kebaikan dengan semua aturannya dapat diwujudkan. Orang yang tidak istiqamah di dalam melakukan usahanya, pasti sia-sia dan gagal”. Ia berkata pula : “Ada yang berpendapat bahwa istiqamah itu hanyalah bisa dijalankan oleh orang-orang besar, karena istiqamah adalah menyimpang dari kebiasaan, menyalahi adat dan kebiasaan sehari-hari, teguh di hadapan Allah dengan kesungguhan dan kejujuran. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : ‘Istiqamahlah kamu sekalian, maka kamu akan selalu diperhitungkan orang’.

Tasawuf Sunni di Indonesia

Posted by Buletin Santri Al-Khoirot On 14.05 No comments

Buletin Santri Edisi 33/Vol 4/Februari 2011 Tasawuf Sunni di Indonesia 

Tasawuf Islam: Seperti dicatat Alwi Shihab dalam bukunya "Islam Sufistik, Islam Pertama Dan Pengaruhnya hingga Kini di Indonesia": Tasawuf sendiri tidak sepi konflik, khususnya antara tasawuf sunni dan tasawuf falsafi, tatkala pada akhir abad ke-6 H bermunculan tarekat-tarekat yang sebagian besar mulai mengorientasikan pandangannya pada fiqih dan syari'at.

Tasawuf sunni dengan tokoh pertamanya yang menonjol, Ar-Raniri, menolak dan mencela tasawuf falsafinya Hamzah Fansuri. Dengan fatwa yang menyeramkan ia menjatuhkan veto kafir atas ajaran Fansuri.

Menurut Ar-Raniri, tasawuf falsafi tak lebih sebagai ajaran kebatinan dan kejawen, dan bahkan Nasrani yang berbaju Islam.

Tasawuf

Posted by Buletin Santri Al-Khoirot On 14.02 No comments

Edisi 35 vol 04 April 2011. Tasawuf
Oleh: Ali Ma'sum
Santri Alkhoirot

Agama-agama di dunia ini banyak sekali yang menganut berbagai macam Tasawuf, diantaranya ada sebagian orang India yang amat fakir, mereka condong menyiksa diri sendiri demi membersihkan jiwa dan meningkatkan amal ibadahnya.

Karenahnya, islam melarang melakukan hal-hal yang berlebih-lebihan dan mengharuskan mengisi tiap-tiap waktu luang dengan hal-hal yang membawa manfaat, serta menghayati setiap bagian dalam hidup ini.

Banyak dari golongan Ahlus Sunnah dan Ulama' salaf yang menjalankan Tasawuf, sebagaimana diajarkan oleh Al-Qur'an, dan banyak pula yang berusaha meluruskan dan mempertimbangkannya dengan timbangan Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Sekarang ini muncul golongan Sufi yang dapat mengisi kekosongan pada jiwa dengan akhlak dan sifat-sifat yang luhur serta ikhlas, hakikat islam dan iman, semuanya hampir menjadi perhatian dan kegiatan dari kaum Sufi.

Mereka para Tokoh Sufi sangat berhati-hati dalam meniti jalan di atas garis yang telah ditetapkan oleh Al-Qur'an dan As-Sunnah. Bersih dari berbagai pikiran dan praktik yang menyimpang baik dalam ibadah atau pikiran.

Pendidikan Anak Habaib

Posted by Buletin Santri Al-Khoirot On 13.55 No comments

Buletin Santri Edisi 35 vol 04 April 2011. Pendidikan Anak HabaibOleh: KH. A. Fatih Syuhud
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoirot

Habaib, bentuk jamak dari Habib, adalah sebutan bagi kaum lelaki dari kelompok etnis Arab di Indonesia yang dikenal memiliki darah keturunan dari Nabi Muhammad. Sedang yang perempuan dipanggil dengan sebutan syarifah atau ipa. Kelompok ini dianggap berjasa sebagai salah satu juru dakwah (da’I atau mubaligh) yang sukses besar mengislamkan Indonesia dalam waktu yang realtif singkat. Perlu dicatat bahwa tidak semua keturunan Arab di Indonesia adalah habaib. Banyak juga kelompok orang Arab yang bukan habaib. Mereka umumnya masuk dalam organisasi Al-Irsyad.
Karena jasa para habaib jaman dahulu dalam mengembangkan dakwah Islam di Indonesia, maka anak cucu mereka mendapat tempat yang terhormat dan menjadi kelompok elite di masyarakat Indonesia. Khususnya, di Jawa Timur dan Jakarta.Tidak sedikit dari para habaib yang meneruskan tradisi mulia leluhur mereka dengan menjadi mubaligh yang handal dan ulama Islam ternama.

ALJANNATU LI USTADZI

Posted by Buletin Santri Al-Khoirot On 13.37 No comments

 Buletin Santri Edisi 33/Vol 4/Februari 2011 ALJANNATU LI USTADZI
Wahyu S. Arifin
Guru MTs, MA Al-Khoirot.

Manusia  lahir ke dunia adalah bukan karena kehendak manusia itu sendiri, dan bukan pula kehendak orang tua, ataupun bukan kemauan siapa siapa, tetapi hanya sebab qudroh dan iradah Alloh swt.Semata lain tidak.

Semisal juga haslnya kita ingat tarikh atau sejarah rosulillah Adam as,ada dan wujud ,serta di janah/ surga  begitu dia di anugrahi Siti hawa yang berperan sebagai pendamping selama hayat dikandung jasmani. Serta hal lain nya nabiyulloh Adam as. Tidak pernah munajad atau memohon kepada Alloh Swt yang itu semuanya tiada lain hanyalah sebab lantaran "Rahman dan Rahim" Alloh semata.

Dengan demikian kehadiran manusia kepermukan bumi tidak ada yang lain  kecuali  melaksanakan dan menegakan kebaikan kebenaran yang di kehendaki oleh penciptanya. Keshalihan dan ke Keshahihan tersebut diatas itu adalah menurut "Qur'an Hadits"atau sesuai dengan perintah dan larangan Alloh Swt. Serta tidak halal manisia membuat ukuran dan kriteria sendiri sehingga meniadakan bahkan melalaikan dan melecehkan agama islam  sebagai aturan yang lengkap dan sempurna .Disebabkan sudah ada aturan dan patokan yaitu Qur'an dan Al hadits atau dalam lindungan ridloNya, Sehingga manusia hidup bertugas dan berkewajiban mengelola dan memakmurkan dunia dan kulit bumi sebagai amanah Nya, yang serba terbatas dan fana, yaitu tinggal melaksanakan dan menegakkan sami' naa wa atha'naa  terhadap segala  perintah Nya suka maupun tidak rela, itulah tugas serta dinasnya.

Artikel Terbaru Alkhoirot Network